Pandemi Corona Dijadikan Bahan Meme?

sumber : airlaxx.com             
         
Pandemi yang terjadi belakangan ini semakin memburuk dengan seiringan berjalannya waktu. Hal ini ditambah dengan pemerintah yang tidak siap dalam menagani pandemi Covid-19 tersebut. Tapi disini saya tidak akan menulis 1000 kata yang bertujuan untuk membangun opini untuk menyalahkan pemerintah dengan segala kebusukannya. Lagipula, siapa yang siap? Seluruh negara di dunia tidak siap bukan? Jika memang mereka sudah siap berhadapan dengan hal ini, pasti kita tidak akan menemukan berita tentang 100.000 kematian akibat pandemi ini di CNN atau BBC. Tapi kita lupakan itu semua karena disini saya akan membahas masalah yang lebih remeh-temeh, yaitu mengenai jokes-jokes yang beredar di sosial media mengenai virus Corona. “Tolong jangan bercanda tentang Corona!!!” salah satu ungkapan dari teman saya ketika selesai kelas pada waktu itu. Dari situ saya berpikir, emang benar? Apakah kita tidak boleh bercanda tentang tragedi yang terjadi pada saat ini (?). Pada awalnya saya berpikiran hal yang sama, tapi lama kelamaan apakah larangan itu benar?

Disini saya kan memulai dengan pernyataan “itu 50% benar, 50% salah”. Kenapa demikian?. Kita menarik diri ke belakang sejauh 100 tahun lamanya dimana komedian legendaris dunia sedang dalam masa emasnya. Charlie Chaplin sedang dalam masa kejayaanya ketika dia merajai bioskop dan cinema di dunia dengan aksinya di film bisu produksinya sendiri. Yang menjadi pertanyaan kenapa dia  bisa sebegitu terkenal? Jawabanya saya dapatkan tahun lalu ketika saya ikut kelas perfilman di kampus saya, hal tersebut karena dia adalah orang yang pertama kali menampilkan komedi bisu di dunia film. Segala hal yang muncul pertama kali pasti akan lebih mudah dikenang. Sama halnya ketika fiolm mucul ke dunia, pada saat itu semua orang disaat yang sama kagum dan takut, lari terbirit-birit karena melihat kereta uap yang berjalan di depan matanya secara langsung. Ternayata saya tidak salajh mengambil kelas waktu itu haha!!.

Ada sebuah kutipan dari Charlie Chaplin,”Tragedy plus time become comedy”. Dimana kutipan tersebut merupakan rumus dasar komedian pada saat ini. Dimana seseorang perlu waktu uuntuk menjadikan tragedi yang dialaminya menjadi sebuah lelucon belaka. Contoh sederhana untuk membuktikan teori tersebut. Dulu kalian waktu SD pasti pernah berak di celana, pada saat itiu kalian pasti menganggap hal tersebut sangat memalukan (tragedy), seiring berjalanya waktu ketika reuni 20 tahun setelahnya temanmu menceritakan hal tersebut lagi (time), sehingga kamu teringat kejadian tersebut dan tertawa akan kekonyolan tersebut (comedy). Kesimpulannya adalah kalian boleh membuat jokes tentang Corona sesuka hati kalian. Tapi reaksinya akan berbeda ketika sekarang orang-orang masih menganggap ini sebuah tragedi dengan beberapa tahun berikutnya.

Comments

Popular Posts